hmmm...segarnya udara...
Kenapa ya aku suka banget kalo menghirup udara sehabis hujan. Rasanya segarrrr, sensasinya terasa khas sekali... sulit diungkapkan dengan kata-kata. Terutama sekali jika kejadiannya berlangsung sore hari ketika langit telah selesai menumpahkan airnya yang deras setelah sebelumnya di siang hari matahari membakar dengan teriknya muka bumi ini. Bau tanah di sore sehabis hujan ini pasti akan membuatku teringat akan kampung halaman, membayangkan suasana cerah dan segar ketika aku masih hidup di kota kecil di kaki gunung Lawu. Membuatku menjadi rindu akan masa kecilku, di pelukan bunda... bermain, bersenang-senang tanpa kenal waktu. Hmmm.. seperti apa ya kini Madiunku?? apakah kau akan menjadi Madiunpolitan yang penuh gedung bertingkat dan ramai lalu lalang kendaraan hingga polusi mengotori duniamu?? Apakah akan terjadi kemacetan di sana sini seperti jakarta tempat dimana aku kini berjuang untuk mencari sebuah kebanggaan hidup??
Hmmm... kemaren malam udara sehabis hujan cukup membuatku segar kembali dari kesumpekan dan keruwetan. Seperti biasa aku pulang-pergi dari kantorku yang di jalan Gatot Subroto ke kosanku yang di Depok selalu naek motor. Lumayan jauh juga sih jaraknya... sekitar 20 km lah. Tahu sendiri kan gimana lalu lintas di Jakarta?? penuh macet dan polusi yang bikin pikiran makin ruwet dan semrawut. Nah kemaren ketika pas pulang naek motor dan hampir sampe Depok... hmmm.. udara tiba-tiba berubah segar banget. Serius... aku merasakan suasana yang beda dengan hari-hari biasanya. Mungkin ini karena hujan yang baru saja reda mengguyur setelah sekian lama panas matahari membakar. Membuat anganku membayangkan kota kecilku Madiun dan juga kota Bandung, kota perjuanganku mencari jati diri.
Ah hujan di musim panas ini mungkin hanya kemaren saja terjadi. Sekarang kembali ke realita... hanyalah kesumpekan dan keruwetan yang ada...
kalolah bisa kuputar kembali waktu
kuingin meluncur kembali ke masa itu
terbang mengarungi masa kecil
membayangkan angan mimpi dan cita-cita
mengisi hari dengan kualitas nyata
kuhapus dosa dan segala kesalahan
hingga tak ada penyesalan layaknya aku kini
No comments:
Post a Comment